6/03/2016

MENGENAL JENIS LENSA DAN FILTER LENSA PADA KAMERA DSLR BAGI PEMULA


Jika kita bicara mengenai kamera DSLR, maka lensa adalah salah satu hal yang paling penting dan wajib dimiliki oleh fotografer. Kenapa wajib, karena setiap lensa menghasilkan efek dan kualitas gambar yang berbeda. Dengan bermain lensa, kita bisa menghasilkan foto dengan gambar yang relatif berbeda. Disini kita akan membahas berbagai jenis lensa yang biasa digunakan dalam fotografi dan juga hasilnya.


WIDE LENS

Mungkin kita sering melihat hasil sebuah foto dalam majalah traveling yang hasilnya jauh lebih baik daripada foto yang kita ambil. Atau mungkin foto arsitektur yang memungkinkan untuk memotret sebuah ruangan besar dengan sekali jepret. Pertanyaannya mungkin, kenapa kamera saya tidak bisa mencapai kelebaran sepeti itu?

Karena itulah ada lensa wide angle. Jenis lensa ini sangat disukai oleh para fotografer yang sering memotret landscape. Kelebihan dari lensa jenis ini adalah ia menghasilkan foto dengan ruang yang lebih lebar, memberikan efek terlihat lenih luas daripada lensa lainnya.

Lensa itu masih bisa dikategorikan wide, jika nomor mm yang ia miliki antara 12-24 mm. Lensa ini akan cocok jika digunakan ketika traveling, karena ia akan memberikan ruang yang lebih luas bagi kita untuk memasukkan objek ke dalam frame. Apalagi jika kamera yang kita miliki adalah kamera dengan hasil full frame. Ini akan memberikan efek yang lebih bagus daripada kamera dengan hasil standard.

Jenis lensa wide ini tidak cocok untuk portrait, karena ia akan memberikan distorsi pada wajah objek. Distorsi adalah efek melengkung pada wajah objek, tentunya kita tidak menginginkan foto portrait kita gagal karena distorsi.

Wide lens mempunyai range yang bermacam-macam. Jika kita membeli kamera DSLR, bisasanya ada lensa bawaan yang mempunya range 16-55 mm. Lensa ini termasuk multifungsi, karena ia bisa dipakai wide dan normal. Namun jika kita menginginkan hasil yang lebih lebar, saya sarankan untuk bermain di lensa dengan range 16mm kebawah. Karena dengan range seperti itu, maka ruang yang didapat di dalam frame menjadi lebih lebar lagi dan tentunya hasil foto kita akan menjadi lebih baik.

Tetapi kita harus hati-hati dalam memilih lensa wide, karena jika terlalu kecil nomor mm lensanya, maka distorsi akan terlihat. Lensa dibawah 12 mm akan menimbulkan efek cembung yang biasa dikenal dengan fish eye.

TELEPHOTO LENS

Mungkin kita pernah melihat lensa besar yang digunakan oleh para fotografer olahraga, jenis lensa seperti itu biasanya disebut dengan telephoto lens (lensa tele). Kelebihan dari lensa ini adalah ia dapat melakukan zooming dengan jarak yang cukup jauh. Bayangkan kita memotret sebuah aktivitas olahraga seperti sepak bola dengan menggunakan lensa wide, maka hasilnya pasti akan jelek. Karena antara fotografer dan objek sangat jauh, sehingga diperlukan lensa yang bisa menghasilkan gambar lebih dekat.

Gambar1. Telephoto Lens


Selain untuk memotret jauh, lensa ini juga dapat mempersempit ruang yang ada dalam foto. Selain itu, ketika kita zooming, lensa ini dapat memberikan efek bluring yang cukup cantik pada background. Jadi point of interest kita akan semakin terlihat dalam foto.

MACRO LENS

Jika ita  memotret benda terlalu dekat, terkadang lensa kita tidak bisa menggapai titik fokus dari benda tersebut. Contohnya adalah ketika kita memotret binatang yang relatif kecil, seperti kumbang yang hinggap pada bunga,atau butir-butir embun air pada daun. Ini dikarenakan setiap lensa memiliki titik fokus maksimal. Jika kita ingin memotret benda kecil, maka lensa makro adalah jawabannya. Lensa ini biasanya digunakan untuk memotret benda-benda kecil yang sulit untuk dilihat secara kasat mata.
Lensa jenis ini bisanya digunakan oleh para fotografer fauna, mungkin kita pernah melihat di majalah satwa, sebuah foto belalang yang super close up, sehingga detail dan juga tekstur dari kepala binatang ini terlihat. Untuk menghasilkan foto seperti ini, hanya bisa dilakukan dengan lensa macro.

Gambar 2. Foto Dengan Macro Lens