3/31/2016

LAMPU PERLENGAKAN UNTUK FOTOGRAFI PROFESIONAL


PERLENGKAPAN PENCAHAYAAN (LIGHTING EQUIPMENT)


Setiap kamera DSLR yang beredar di pasaran tentunya sudah dilengkapi dengan flash di dalamnya. Namun hasilnya kurang maksimal, karena flash yang ada di dalam kamera hanya berfungsi untuk membuat foto menjadi lebih terang. Flash bawaan itu tidak bisa memberikan nuansa artistik dalam foto yang kita miliki.

Ada beberapa jenis perlengkapan pencahayaan dalam dunia fotografi, meskipun logika cara kerjanya sama, namun mereka memiliki bentuk yang berbeda. Beberapa perlengakapan tersebut diantaranya sebagai berikut :


EXTERNAL FLASH

Kenapa kita harus mengeluarkan uang yang cukup banyak dengan membeli flash, sedangkan kamera DSLR yang kita miliki memiliki pop up flash di dalamnya? Simple saja, karena flash yang ada pada kamera DSLR sama sekali tidak menghasilkan cahaya yang bagus.

Fungsinya hampir sama dengan flash yang ada di kamera DSLR yang kita miliki, namun ia bisa lebih banyak memberikan variasi cahaya. Selain itu, arah cahaya yang sikeluarkan juga bisa kita atur, karena flash ini memiliki kepala yang fleksibel yang bisa kita putar.

Gambar 1. External Flash

Dengan flash ini, kita bisa melakukan bounhing (pantulan) cahaya. Ini akan membuat foto yang kita ambil terlihat lebih natural daripada jika kita menggunakan pop up flash. Dengan flash portable juga kita bisa mengatur besaran cahaya yang keluar dari lampu flash kita. Dari foto di atas dapat dilihat, bahwa kamera yang menggunakan flash pop up lebih kasar tampilannya. Sedangkan kamera DSLR yang menggunakan external flash lebih halus kelihatannya. Selain itu, dengan flash external, kita bisa memotret background sama terangnya dengan objek. Terkadang menjadi masalah ketika kita memotret objek dalam keadaan cahaya yang intensitasnya lebih terang daripada objek, apalagi ketika background tersebut memiliki visual yang bagus. Sebenarnya ini tidak akan menjadi sebuah masalah, jika saja kita bisa menggunakan external flash dengan baik.


STUDIO LIGHTING

Lampu flash pada studio memang banyak jenisnya, akan lebih baik jika kita belajar pencahayaan terlebih dahulu ketika menggunakannya. Berbeda dengan flash external, lampu studio membutuhkan tenaga dari arus listrik ketika dipakai. Pemakaiannya pun sedikit lebih sulit, karena kita harus paham teori pencahayaan dengan cukup baik. Namun untuk hasilnya jauh lebih baik daripada kita menggunakan external flash apalagi pop up flash. Lampu studio memang dikhususkan bagi para fotografer studio untuk memotret objek yang gerakannya masih bisa dikontrol oleh sang fotografer. Misalnya foto model, produk dan advertising.

Secara jenis, lighting studio dibagi menjadi dua, yaitu continous light dan juga monolight. Jika kita uraikan secara sederhana, hotlight adalah jenis lampu yang terus menyal, tidak terintegrasi dengan kamera. Sedangkan monolight adalah jenis lampu studio yang bekerja seperti flash, ia akan menyala jika kita memencet tombol rana.