10/03/2015

Teknik Freezing, Bluring, Panning, Bulb, Zooming dan Deep of Field dengan Kamera DSLR


Kali ini saya akan membahas kembali mengenai fotografi, lebih spesifiknya yaitu teknik memotret atau mengambil gambar. Selain pencahayaan, dala fotografi kita juga harus mengetahu teknik dalam memotret atau membidik objeknya. Dengan menggunakan kamera jenis DSLR teknik tersebut sangat mudah untuk di aplikasikan.

Di sini kita akan membahas teknik Freezing, Bluring, Panning, Bulb, Zooming dan Deep of Field. Teknik tersebut merupakan teknik yang populer dan sering digunakan oleh banyak orang terutama yang suka dengan dunia fotografi. Bagi para pemula atau yang baru mempunyai kamera jenis DSLR tentunya penasaran dan mencari tahu cara memotret sehingga bisa mengasilkan gambar seperti itu bagaimana? Tekniknya seperti apa?

 

FREEZING

Seperti namanya, teknik freesing adalah teknik untuk “membekukkan objek” yang kita bidik dengan kamera. Salah satu teknik ini memungkinkan kita bisa menangkap objek yang mungkin tidak bisa dilihat secara kasat mata. Sebagai contoh, kita sedang memotret sebuah kegiatan olahraga, katakanlah olahraga itu sepak bola. Ketika seorang fotografer mendapatkan sebuah momen yang tepat, misalnya ketika terjadi pelanggaran, kita bisa melihat dari hasil jepretan kalau pelanggaran itu hanyalah diving saja, namun kalau kita melihat secara langsung diving tersebut tidak kellihatan karena berlangsung secara cepat sekali.

Cara mengaplikasikan teknik ini cukup mudah, kita tinggal menggunakan speed yang tinggi ketika memotret maka secara otomatis kita akan mendapatkan foto yang membeku. Untuk mendapatkan speed yang tinggi, ada beberapa hal yang perlu di perhatikan namun yang paling penting adalah cahaya. Pencahayaan yang dimiliki oleh objek haruslah baik, karena jika kita berada dalam kondisi low light, maka kamera akan secara otomatis sulit untuk mendapatkan speed yang tinggi.

Selain itu, kita juga harus memprediksi berapa kecepatan gerak objek yang akan kita bidik. Misalnya saja kita ingin menghentikan gerakan seseorang yang sedang berjalan santai, maka speed yang dipakai tidak harus terlalu tinggi, lain halnya jika kita ingin membidik orang yang sedang berlari di arena pertandingan, tentu kita butuh speed yang tinggi.

Seperti yang sudah di jelaskan pada artikel sebelumnya, kamera memiliki kecepatan dalam membuka dan menutup rana, kecepatan inilah yang membiarkan cahaya masuk. Semakincepat cahaya masuk, semakin sedikit pula gerakan yang terekam. Itulah logika sederahananya dalam mengatur shutter speed dan melakukan freezing. Selain itu, kita juga bisa menghentikan objek melalui flash serta lampu. Hal seperti ini biasanya dilakukan oleh para fotografer yang bekerja di studio foto untuk menghentikan gerakan yang dihasilkan dari gerak benda mati. Contohnya ketika seorang fotografer memotret gelas yang dijatuhkan kemudian pecah menjadi serpihan kecil, air minum yang dituangkan dari botol ke gelas, dan lain-lain.

 Gambar 1. Contok foto dengan teknik freeze

Kenapa cahaya bisa menghasilkan foto yang beku? Ketika kita memotret objek dan dibantu dengan tembakan flash, maka secara otomatis kamera akan menangkap visual pada saat objek tersebut terkena cahaya. Jadi secara otomatis, kamera akan mengabaikan gerakan yang lain kecuali kita memeasang shutter speed di nomor yang sangat rendah atau bulb.

BLURING

Hasil jepretan kamera yang blur mungkin sangat tidak bagus untuk dilihat,blur tersebut biasanya dilakukan oleh seseorang yang tidak tahu mengenai teknik pengambilan gambar, entah itu tidak fokus terhadap objek maupun goyang saat memotret sehingga gambarnya blur. Lain halnya dengan teknik bluring, ketika seorang fotografer tersebut menangkap blur yang dihasilkan gerakan atau benda yang biasa disebut dengan motionblur. Dengan mengaburkan objek yang bergerak, kita bisa membuat kesan cepat pada objek tersebut. Teknik ini akan lebih baik jika ada beberapa bagian dalam sebuah frame yang freeze. Jadi tidak semua objek dalam foto yang kita ambil tidak jelas.

 Gambar 2. Foto dengan teknik bluring

Cara untuk mengaplikasikan teknik blur ini adalah dengan memainkkan shutter speed. Jika untuk membekukan objek kita harus menggunakan shutter speed yang tinggi, maka ketika melakukan teknik ini, yang perlu kita lakukan adalah men-setting shutter speed di nomor yang rendah. Namun jika kita men-setting shutter speed sangat rendah, maka jangan ragu untuk memakai alat bantu seperti tripod. Pemakaian tripod ini akan mengurangi goncangan yang mengakibatkan foto terlihat buruk. Selain itu, hindari flash, karena ini dapat membekukan gerakan objek.