12/28/2014

JENIS KAMERA DIGITAL DI ERA DIGITAL


Kamera digital ada berbagai macam jenisnya, yang satu sama lainnya berbeda, meskipun secara kinerja hampir sama. Semua kamera digital mengubah gambar yang kita tangkap menjadi file digital. Jenis-jenis kamera digital ini berpengaruh terhadap kualitas gambar, menu dan juga fitur-fitur yang dimiliki kamera. Secara umum kamera digital dibagi menjadi beberapa jenis, diantaranya adalah sebagai berikut :

COMPACT DIGITAL CAMERA

Compact digital camera populer dengan nama kamera poket. Jenis kamera ini masih menjadi jenis kamera yang populer digunakan pada saat ini. Karena selain bentuknya yang relatif kecil dan mudah dibawa, kamera ini memang di-design untuk mempermudah proses fotografi. Kita tidak perlu repot untuk mengatur hal-hal kecil seperti shutter, diafragma, iso, dan lain-lain. Kamera poket ini memiliki fitur otomatis pengatur pencahayaan yang cukup.

Compact digital camera juga memiliki flash built in di dalamnya. Jadi ketika cahaya yang ada kurang, maka secara otomatis flash yang ada di dalam kamera akan menyala. Ini merupakan hal yang penting, karena kamera jenis ini kurang peka dalam menangkap cahaya.


Compact Digital Camera
Gambar 1. Compact Digital Camera
 
Salah satu kelemahan kamera jenis ini adalah kepekaannya terhadap cahaya. Karena ia memilki sensor yang relatif kecil, maka hasil yang ia miliki pun relatif kurang baik. Kebanyakan dari kamera jenis ini hanya cocok jika digunakan sebagai kamera dokumentasi sederhana. Ia tidak bagus jika digunakan untuk membuat sebuah foto yang akan dicetak besar karena gambarnya akan terlihat tidak natural dan bisa pecah.

Selain itu, kelemahan lain dari kamera jenis ini adalah mudah sekali bergoyang dan menimbulkan shutter lag, tidak memiliki stabilizer seperti kamera DSLR. Ini akan menghasilkan gambar yang tidak maksimal. Namun harga kamera ini cukup murah, bahkan kita bisa mendapatkan kamera dengan jenis seperti ini dengan harga di bawah satu juta, kisaran 500 ribuan. Selain itu, ada kelebihan kamera jenis ini, yaitu hampir semua jenis kamera ini bisa merekam video, jadi kamera ini multifungsi.

BRIDGE CAMERA

Kamera jenis ini biasa disebut dengan superzoom camera. Sekilas bentuknya hampir sama, bahkan beberapa bridge kamera memiliki fitur yang sama dengan DSLR (Digital Single Lens Reflex). Namun lensa yang ia miliki adalah fixed lens. Ini berarti, bridge camera tidak memiliki fitur yang memungkinkan kita untuk mengganti lensa. Namun fitur zoom yang dimiliki oleh kamera jenis ini merupakan optical zoom bukan digital zoom.
Perbedaan optical dan digital zoom adalah kualitas yang dihasilkan. Optical zoom merupakan proses zooming yang dilakukan oleh lensa, bukan secara digital pada gambar. Jika kita memotret zoom lewat compact camera, maka hasilnya akan sangat buruk. Biasanya foto akan terlihat pecah dan turun kualitasnya.

Ini berbeda dengan ketika memotret dengan teknik zooming pada bridge camera, hasilnya akan jauh lebih baik karena tidak ada pixel yang ditarik seperti kita menggunakan compact camera. Meskipun bridge camera memiliki kualitas yang lebih bagus daripada compact camera, bridge camera memiliki sensor yang kecil. Jadi kualitasnya pun tidak terlalu bagus. Untuk harga kamera jenis ini lebih mahal daripada kamera poket, namun lebih murah dari kamera DSLR.

Bridge Camera canon
Gambar 2. Bridge Camera

Menu yang dimiliki kamera jenis ini bisa terbilang lengkap, karena beberapa menu digital SLR diadopsi ke dalam kamera ini. Kita bisa menggunakan mode manual, yang artinya kita bisa mengatur sendiri pencahayaannya. Bahkan beberapa bridge camera juga meiliki fitur yang memungkinkan kita untuk merekam video.

Jika anda sering melakukan pemotretan di outdoor dan menginginkan kamera dengan kualitas yang cukup bagus, harga murah, maka bridge camera bisa menjadi alternatif. Karena jika kita melakukan pemotretan di outdoor, bridge camera memiliki hasil yang tidak terlalu jauh dengan kamera DSLR yang leel bawah. Tetapi tetap saja, kamera ini tidak bisa dipakai untuk melakukan pekerjaan fotografi profesional.

Saat ini bridge camera merupakan barang yang sulit untuk dicari, karena kebanyakan produsen sudah tidak memproduksi barang seperti ini lagi. Percepatan teknologi membuat kamera jenis ini tergeser di pasaran. Pertama keluar, bridge camera membidik pasar kelas menengah. Namun sekarang, pasar kelas menengah telah beralih ke kamera jenis DSLR.


DSLR (DIGITAL SINGLE LENS REFLEX)

Jenis kamera DSLR ini sedang menjadi trend dikalangan masyarakat terutama kawula muda atau pecinta fotografi. Karena selain tersedia dengan berbagai range harga, kualitas yang dimiliki kamera jenis ini memang sangat bagus. Ini memungkinkan kita untuk memilih kamera mana yang pas dengan budget yang dimiliki, namun dengan kualitas yang cukup untuk melakukan pekerjaan profesional.

DSLR Camera
Gambar 3. Kamera DSLR

Kelebihan yang paling utama dari kamera jenis ini adalah sensornya yang lebih besar daripada compact dan bridge camera. Bahkan kamera DSLR dengan kualitas paling rendah sekalipun masih lebih baik daripada camera compact yang harganyan relatif mahal.
Secara fitur, kamera ini bisa dibilang lengkap. Ia memiliki semua fitur yang dimiliki oleh compact dan juga bridge camera. Walaupun banyak yang memakai kamera jenis ini, namun nampaknya banyak juga yang belum paham kenapa kamera ini disebut Digital SLR atau DSLR.

DSLR merupakan singkatan dari Digital Single Lens Reflex. Secara sederhana adalah proses kamera dalam menangkap gambar dan mengkonversinya menjadi sebuah data digital. Gambar yang ditangkap masuk melalui lensa lalu dikonversi menjadi data digital. Untuk lebih jelasnya, mari kita lihat gambar di bawah ini.

DSLR Scheme
Gambar 4. DSLR Scheme

Cahaya masuk melalui lensa yang diberi nomor 1, lalu ia diproyeksikan dan dipantulkan melalui kaca yang ada di nomor 2. Gambar itu bisa kita lihat di fiewvinder (8) dengan jelas, itu adalah proses sederhananya. Sebenarnya, selain DSLR ada juga Twins Lens Reflex, namun kamera ini kurang populer untuk saat ini meskipun hasilnya sangat bagus.

Selain itu, hal yang menyenangkan jika menggunakan kamera jenis SLR adalah kita bisa mengganti lensa sehingga bisa menghasilkan efek yang berbeda. Untuk keterangan bagaimana efek yang dimiliki oleh lensa, akan kita bahas pada kesempatan berikutnya. Sedangkan kelemahan kamera ini adalah bentuknya yang sangat mencolok. Ukurannya yang relatif besar daripada kamera jenis lainnya, maka ia sangat tidak cocok ketika digunakan untuk memotret candid. Selain itu, kita akan sulit untuk mendapatkan angle yang flexibel karena kamera ini cukup berat.

Harga untuk kamera DSLR memang relatif mahal. Untuk kamera DSLR yang standar saja kita harus merogoh kocek diatas 4 juta dengan lensa standar juga. Untuk kamera dengan kualitas terbaik, kita harus menabung hingga puluha juta rupiah. Namun jika Anda serius untuk menekuni dunia fotografi, lebih baik Anda membeli kamera jenis DSLR ini dan bisa juga membeli berbagai macam jenis lensanya agar kualitasnya maksimal.

MIRRORLESS CAMERA

Bisa dikatakan ini adalah masa depan dari kamera digital, karena meskipun belum terlalu populer di masyarakat, namun mirrorless adalah jawaban dari kualitas yang bagus, harga relatif murah, dan juga fitur yang simple. Banyak bentuk dari mirrorless camera seperti compact camera, karena mirrorless camera merupakan evolusi dari kamera compact, jadi hati-hati ketika membeli, jangan sampai Anda salah memilih.

Sederhananya, mirrorless merupaka camera compact yang memiliki sensor besar. Ia menjadi lebih sederhana karena tidak memiliki optical viewfinder. Ini artinya, jika kita ingin melihat objek, kita harus menggunakan digital viewfinder. Beberapa kamera mirrorless generasi pertama tidak menyediakan viewfinder di dalamnya, kita harus membelinya secara terpisah.

Namun generasi mirrorless baru menyediakan LCD viewfinder yang memungkinkan kita untuk melihat objek dan juga sebagai liveview dalam melakukan pemotretan. Liveview berfungsi sebagai patokan untuk pencahayaan dan juga angle. Jika foto yang akan diambil gelap, maka di liveview juga akan terlihat gelap. Ini akan memudahkan kita dalam mengatur cahaya. Selain itu, mirrorless camera juga mempunyai lensa yang dapat diganti. Bahkan jika kita mempunyai mounting, maka kita bisa menggunakan lensa DSLR di kamera tersebut. 

Mirrorless Camera
Gambar 5. Mirrorless Camera

Harga kamera jenis ini hampir sama dengan kamera DSLR, namun untuk level yang bagus (high end) kamera ini lebih murah. Dengan bentuk yang kecil seperti ini, kamera ini akan sangat memungkinkan jika kita ingin mengambil foto yang sifatnya candid. Selain itu, kamera ini mudah dibawa ke mana saja dan tidak terlalu mencolok ketika dikeluarkan.



Sumber : Fotografi Untuk Pemula & Orang Awam Secara Otodidak By Rangga Aditiawan


 
Baca Juga Apa Itu DSLR? Harga DSLR Canon Per Januari 2014 Harga DSLR Nikon Per Januari 2014 Harga Lensa DSLR Canon 2014 Apa Itu Fotografi? Istilah Dalam Fotografi Segitiga Exposure DSLR Canon 1100D (Rebel T3) DSLR Canon EOS 60D DSLR Canon EOS 600D DSLR Nikon D5200 DSLR Nikon D3200 DSLR Canon EOS 700D (Rebel T5i) DSLR CANON 1DX Canon EOS 5D Mark III Canon EOS 70D WiFi NIKON D3300 DSLR NIKON D5300 DSLR NIKON D3100 DSLR CANON EOS 100D Rebel SL1 DSLR NIKON D7000 DSLR Nikon D3200 DSLR Canon EOS 700D (Rebel T5i) DSLR CANON 1DX Canon EOS 5D Mark III Canon EOS 70D WiFi NIKON D3300 DSLR NIKON D5300 DSLR NIKON D3100 DSLR CANON 6D LENSA PRIME atau Fixed DSLR CANON 1200D LENSA TELE SHUTTER COUNT JENIS FLASH Fotografi Macro BULB LEVITASI Jump Shot PROSUMER VS DSLR MIRRORLESS DSLR CANON 1200D KODAK PELOPOR INDUSTRI FOTOGRAFI Fotografi Digital TOKOH FOTOGRAFI Genre Fotografi JENIS KAMERA

12/20/2014

Genre Dalam Dunia Fotografi


Semakin berkembangnya fotografi membuat fotografi terbagi-bagi menjadi beberapa genre. Perbedaan genre ini membentuk style dan dasar terssendiri. Meskipun ada banyak sekali genre fotografi, namun di sini kita akan mencoba membahas beberapa jenis fotografi yang sifatnya umum.
 

Foto Jurnalistik

Salah satu genre fotografi yang paling penting, sifatnya lebih mengedepankan informatif daripada entertainment, dimuat di media massa dan berisi visual yang faktual.

Foto jurnalistik pertama diambil pada saat Perang Crimean (Perang antara Rusia dan kekaisaran Otoman). Pada saat itu, seorang lithographer dan pelukis yang bernama Carol Szatmari mendokumentasikan kejadian tersebut. Akhirnya ada beberapa media Inggris yang tertarik untuk mem-publish foto jurnalistik pertama dilakukan . foto jurnalistik tidak harus menceritakan tentang perang, jika Anda memotret konser musik dan memberitakannya di media massa, itu adalah foto jurnalistik. Bahkan jika Anda hanya memotret seekor kucing di halaman dan membuat berita tentangnya kemudian dimuat di media massa, itu juga sudah termasuk foto jurnalistik.

Foto Jurnalistik Perang Crimean
Gambar 1. Foto Jurnalistik Perang Crimean

Gamapangannya, sebuah foto yang sifatnya fakta, mengandung peristiwa dan juga dimuat di media massa atau elektronik. Selain itu, setiap foto jurnalistik menggunakan caption untuk memperjelas apa yang sebenarnya terjadi di dalam foto yang di ambil tersebut. Hal ini juga dibuat agar para pembaca tidak bingung dengan apa yang sebenarnya fotografer tersebut ingin samapaikan (tersirat).

Berbeeda dengan beberapa genre foto lainnya, tidak ada rekayasa di dalam foto jurnalistik. Memang fotografer merekonstruksi kembali realitas yang terjadi, namun ia tidak melakukan secara berlebihan hanya sekedarnya saja. Foto jurnalistik sifatnya tidak mengada-ada, karena untuk informasi pada masyarakat umum, kita tidak bisa memberikan sesuatu yang sifatnya mengandung unsur kebohongan.

Foto Fashion

Fashion Photography merupakan genre fotografi yang dibuat untuk memasarkan suatu produk fashion. Merupakan sebuah iklan namun dengan pendekatan fotografi. Biasanya memakai model yang representatif sebagai personal branding dari produk fashion tersebut.

Fashion Fotography sudah berusia lama, bahkan berdekatan dengan munculnya fotografi itu sendiri. Pada awal abad ke-19, majalah Vogue yang kini menjadi sebuah majalah fashion yang menjadi cikal bakal karakter foto fashion kontemporer.

Edward Steichen adalah orang yang di tantang untuk membuat sebuah karya foto dengan pendekatan fine art untuk mempromosikan sebuah brand fashion. Maksudnya adalah untuk mewujudkan bahwa fashion juga merupakan salah satu bagian dari seni rupa. Hal inilah yang menjadi alasan kenapa fashion photography sangat kental dengan pendekatan seni rupa yang cukup tinggi.

Foto Edward Steichen
Gambar 2. Foto Edward Steichen
 
Saat ini fashion photography berkembang sangat pesat, hal ini dikarenakan fashion itu sendiri sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat modern. Selain itu, banyak majalah fashion yang bermunculan dan juga industrinya perkembangannya semakin pesat. Ini membuat kebutuhan akan fashion photography meningkat.

Foto Fashion
Gambar 3. Foto Fashion

Fashion photography saat iniidentik dengan teknik yang tinggi dan juga peralatan yang cukup mumpuni. Para fotografer fashion sekarang tidak hanya tergantung pada popularitas model yang dipilih untuk mempresentasikan produk. Konstribusi make up artis dalam foto fashion juga sangat besar. Bisa dikatakan ia adalah bagian penting selain designer dan fotografer. Karena untuk proses eksekusi foto fashion, biasanya seorang make up artis diwajibkan untuk membuat make up yang membuat foto menjadi lebih menarik untuk di pandang.

Portrait Photography

Portrait photography adalah cikal bakal dari foto studio yang biasa kita lakukan ketika ingin membuat sebuah pass foto (misalnya ukuran 2x3, 3x4,4x6 dll). Potrait photography adalah jenis fotografi yang mengedepankan emosi, karakter dan juga mood dari subjek yang akan kita foto. Biasanya ia menonjolkan ekspresi dari muka subjek, meskipun background dan bagian tubuh juga masuk ke dalam frame.

Portrait Fotografi
Gambar 4. Portrait Fotografi

Kunci dari genre ini adalah bagaimana kita bisa mempresentasikan objek yang kita potret ke dalam sebuah frame. Bagaimana kita menggali karakter objek tersebut adalah bagian yang penting sebelum melakukan eksekusi. Karena jika kita hanya memotret, apa bedanya dengan foto kita dengan pass foto yang hanya memotret asal terang/ cerah?

Objek dalam portrait photography sendiri tidak hanya manusia, ia bisa saja hewan. Ada beberapa fotografer yang memang spesialis dalam memotret hewan peliharaan. Mungkin di Indonesia itu merupakan hal yang sangat aneh, namun di beberapa negara seperti Amerika Serikat, potret dari binatang peliharaan adalah gaya hidup.

Selain itu, popularitas sang objek adalah poin plus. Tidak berarti ketika memotret orang yang terkenal maka hasilnya akan langsung terlihat bagus. Karena kita tetap perlu melakukan eksplorasi pada gaya dan juga cahaya yang akan dikeluarkan nantinya.

Dalam genre potrait photography, teknik pencahayaan merupakan hal yang sangat penting, karena mood dan juga karakter objek dibangun dari sini. Para fotografer portrait biasanya menggunakan lebih dari sumber cahaya. Ini di maksudkan untuk mendapatkan foto yang lebih berdimensi.

Foto potrait tidak hanya dilakukan di studio, tetapi bisa juga dilakukan di luar dengan bantuan sinar matahari. Dikombinasikan dengan cahaya artificial yang lain, sinar matahari bisa memberikan efek menarik dan juga sebagai pengganti main light (cahaya utama).

Wedding Fotografi

Genre ini tergolong genre baru dalam dunia fotografi karena sempat menjadi perdebatan pada wacana fotografi kontemporer. Ada yang bilang, wdding fotografi adalah perpaduan dari fine art photography, journalistic dan juga fashion. Namun ada juga beberapa orang yang mengatakn kalau wedding fotografi bukan sebuah genre, ia hanya sebuah brand.

Dari kontroversi tersebut ada beberapa hal yang mungkin menarik untuk dilihat. Salah satunya adalah bagaimana wedding fotografi bisa berkembang pesat pada zaman sekarang ini, terutama di Indonesia. Sejak dimulai awal tahun 2000-an, wedding fotografi menjadi trend pada 7 tahun ke belakang. Para pengantin menjadikan wedding fotografi ke dalam list barang yang harus ada pada saat pernikahan.

Secara karakteristik tidak ada yang spesial dalam wedding fotografi, ia hanya mendokumentasikan momen pernikahan seseorang. Hal yang paling menarik bukan muncul dari karakteristiknya, namun dari fotografer itu sendiri. Bagaimana pendekatan visual dari fotografer tersebut dalam menangkap momen-momen pasangan yang menikah, itulah yang mnarik dalam wedding fotografi.

Seorang fotografer yang memiliki pendekatan fashion akan menampilkan fotografi wedding secara fashion. Sedangkan yang berlatar belakang jurnalisme, mungkin akan menampulkan visual yang lebih kuat pada momen dan juga peristiwa. Pendekatan visual yang berbeda ini akan menghasilkan gambar yang berbeda nanti pada hasil akhirnya.

Wedding Fotografi
Gambar 5. Wedding Fotografi

Dari segi bisnis, wedding fotografi memang cukup menjanjikan di Indonesia. Karena menikah merupakan suatu kewajiban yang harus dilalui oleh mayoritas masyarakat Indonesia, hal ini merupakan bisnis yang mungkin akan bertahan lama. Namun yang perlu di perhatikan oleh fotografernya adalah bagaimana ia menjaga konsistensi dan juga melakukan pembaharuan pada produknya.

Wedding fotografi secara mendasar dibagi menjadi 2 tahap, yaitu pra-wedding dan wedding. Pra wedding lebih kepada pose calon pengantin yang bentuknya konseptual. Biasanya hasil fotonya akan dipajang pada hari pernikahan nanti atau mungkin untuk cover undangannya. Pendekatan visual yang digunakan berbeda-beda, namun kebanyakan seperti foto fashion dan juga model. Selanjutnya adalah wedding documentation. Foto ini lebih kepada dokumentasi acara resepsi pernikahan yang berlangsung. Seperti sebuah foto esai jurnalistik yang menceritakan pernikahan.

Foto Produk

Secara sederhana, foto produk adalah sebuah foto yang fungsinya untuk mengiklankan sebuah produk tertentu. Oleh karena itu sang fotografer harus paham ilmu komunikasi dan juga pemasaran ketika ingin memvisualisasikan produk tersebut lewat media fotografi.

Jenis foto produk bisa sangat banyak. Seperti makanan, gadget/ elektronik , kendaraan dan juga fashion. Sebenarnya foto fashion merupakan salah satu sub genre dari produk, karena sifatnya adalah memasarkan sebuah produk. Namun ia bisa juga berdii sendiri karena sangat kental dengan fine art photography.

Fotografi Produk
Gambar 6. Fotografi Produk

Karena sifatnya iklan, fotografer diharuskan mengerti kelebihan dan kekurangan dari produk tersebuut. Terutama brand image yang diinginkan oleh produk tersebut. Jika produk tersebut sifatnya maskulin, sang fotografer harus bisa memvisualkan “kemaskulinan” yang ada dalam produk tersebut. Jika produk tersebut citranya “lembut”, maka sang fotografer juga harus paham bagaimana membuat foto tersebut menjadi sesuatu yang ramah dan mudah diterima.

Untuk membuat foto produk, kita harus memiliki team. Karena harus ada yang paham bagaimana membentuk konsep kreatif, ada yang harus paham bagaimana karakter produk hingga editing. Hal ini akan lebih baik jika dilakukan secara team daripada individu.



sumber : Fotografi untuk pemula & orang awam secara otodidak by Rangga Aditiawan

Baca Juga Apa Itu DSLR? Harga DSLR Canon Per Januari 2014 Harga DSLR Nikon Per Januari 2014 Harga Lensa DSLR Canon 2014 Apa Itu Fotografi? Istilah Dalam Fotografi Segitiga Exposure DSLR Canon 1100D (Rebel T3) DSLR Canon EOS 60D DSLR Canon EOS 600D DSLR Nikon D5200 DSLR Nikon D3200 DSLR Canon EOS 700D (Rebel T5i) DSLR CANON 1DX Canon EOS 5D Mark III Canon EOS 70D WiFi NIKON D3300 DSLR NIKON D5300 DSLR NIKON D3100 DSLR CANON EOS 100D Rebel SL1 DSLR NIKON D7000 DSLR Nikon D3200 DSLR Canon EOS 700D (Rebel T5i) DSLR CANON 1DX Canon EOS 5D Mark III Canon EOS 70D WiFi NIKON D3300 DSLR NIKON D5300 DSLR NIKON D3100 DSLR CANON 6D LENSA PRIME atau Fixed DSLR CANON 1200D LENSA TELE SHUTTER COUNT JENIS FLASH Fotografi Macro BULB LEVITASI Jump Shot PROSUMER VS DSLR MIRRORLESS DSLR CANON 1200D KODAK PELOPOR INDUSTRI FOTOGRAFI Fotografi Digital TOKOH FOTOGRAFI Genre Fotografi