10/29/2014

Bermain Upload di Fotografi Digital


Aktivitas digital sebenarnya pertama kali dilakukan pada tahun 1960-an. Uniknya, hal ini bukan dilakukan oleh seorang fotografer ataupun suatu lembaga fotografi yang profesional. Adalah NASA, suatu lembaga astronot untuk menjelajah antariksa asal Amerika Serikat yang pertama kali melakukannya. Pada saat itu, Astronot tersebut merekam gambar dari bulan, melakukan scanning dan mengirimkannya ke bumi menjadi sebuah file digital. Itulah aktivitas fotografi digital pertama di dunia yang tercatat dalam sejarah.

NASA melakukan sebuah terobosan bagi ilmu fotografi. Pada tahun 1981, Sony merilis kamera yang diberi nama “Mavica”.


Kamera Mavica
Gambar 1. Kamera Mavica

Meskipun disebut sebagai kamera digital pertama, namun sebenarnya cara kerja kamera ini tidak digital. Sony menyerakan scanner di dalamnya yang befungsi untuk mentransformasi data analog ke dalam flash drive yang ada di dalamnya.

Sekitar 7 tahun kemudian, barulah kamera digital yang benar-benar digital keluar. Fuji DS1P yang benar-benar merekam secara digital ke dalam memory card sebesar 16 MB.

Kamera Fuji DS1P
Gambar 2. Kamera Fuji DS1P

Sayangnya, kamera ini tidak dirilis di Amerika Serikat dan peminatnya di Jepang sendiripun masih sangat kurang.

Kamera Digital yang paling berpengaruh terhadap industri fotografi adalah Nikon F-3 kamera. Kamera ini dirilis pada awal 90-an dan langsung menjadi favorit terutama bagi para jurnalis.

Keberadaan kamera Digital memang merubah wajah jurnalisme pada awal 90-an. Karena dengan adanya kamera ini, proses pembuatan berita menjadi lebih cepat dan efisien. Bahkan bagi para kontributor yang berada jauh dari kantor beritanya, bisa mengirimkan file berita tersebut dengan cepat. Para produsen melihat hal ini sebagai peluang usaha yang besar. Mereka membuat The Digital News Camera (NC2000) pada tahun 1994, yang diperuntukkan bagi para fotografer/ jurnalis di dunia. Pada saat itu harganya relatif mahal, kisaran $15.000 atau Rp 150juta. Dengan harga yang relatif mahal tersebut, kamera ini menjadi incaran banyak orang, sehingga kamea ini laris manis di pasaran.

Pada tahun 1996, 85% dari koran yang beredar di Amerika menganggap bahwa computer skill merupakan hal utama selain jurnalis skill yang diperlukan seorang jurnalis. Hal ini seakan-akan menguatkan bahwa era Digital Fotografi telah dimulai.

Pada awal tahun 2000-an, virus kamera digital ini menyebar dengan cepat dan meluas di kalangan masyarakat di dunia. Para produsen kamera seperti Canon, Olympus, Kodak, Sony, dan lain-lain, berlomba-lomba untuk mengeluarkan kamera digital produknya. Bahkan pada handphone saja sudah memasukkan fitur kamera di dalamnya. Ini merubah wajah fotografi menjadi sebuah kebutuhan primer dalam kehidupan manusia sehari-hari.

Kian bertambah tahun, harga kamera digital yang memiliki kualitas bagus semakin turun dan cenderung murah. Bisa dibilang, harganya bisa menyentuh semua kalangan/ golongan masyarakat. Hal ini dibarengi dengan pengetahuan mengenai dunia fotografi yang dengan mudah bisa di dapat melalui internet.


Sumber : Fotografi untuk pemula dan orang awam secara otodidak By Rangga A