12/28/2014

JENIS KAMERA DIGITAL DI ERA DIGITAL


Kamera digital ada berbagai macam jenisnya, yang satu sama lainnya berbeda, meskipun secara kinerja hampir sama. Semua kamera digital mengubah gambar yang kita tangkap menjadi file digital. Jenis-jenis kamera digital ini berpengaruh terhadap kualitas gambar, menu dan juga fitur-fitur yang dimiliki kamera. Secara umum kamera digital dibagi menjadi beberapa jenis, diantaranya adalah sebagai berikut :

COMPACT DIGITAL CAMERA

Compact digital camera populer dengan nama kamera poket. Jenis kamera ini masih menjadi jenis kamera yang populer digunakan pada saat ini. Karena selain bentuknya yang relatif kecil dan mudah dibawa, kamera ini memang di-design untuk mempermudah proses fotografi. Kita tidak perlu repot untuk mengatur hal-hal kecil seperti shutter, diafragma, iso, dan lain-lain. Kamera poket ini memiliki fitur otomatis pengatur pencahayaan yang cukup.

Compact digital camera juga memiliki flash built in di dalamnya. Jadi ketika cahaya yang ada kurang, maka secara otomatis flash yang ada di dalam kamera akan menyala. Ini merupakan hal yang penting, karena kamera jenis ini kurang peka dalam menangkap cahaya.


Compact Digital Camera
Gambar 1. Compact Digital Camera
 
Salah satu kelemahan kamera jenis ini adalah kepekaannya terhadap cahaya. Karena ia memilki sensor yang relatif kecil, maka hasil yang ia miliki pun relatif kurang baik. Kebanyakan dari kamera jenis ini hanya cocok jika digunakan sebagai kamera dokumentasi sederhana. Ia tidak bagus jika digunakan untuk membuat sebuah foto yang akan dicetak besar karena gambarnya akan terlihat tidak natural dan bisa pecah.

Selain itu, kelemahan lain dari kamera jenis ini adalah mudah sekali bergoyang dan menimbulkan shutter lag, tidak memiliki stabilizer seperti kamera DSLR. Ini akan menghasilkan gambar yang tidak maksimal. Namun harga kamera ini cukup murah, bahkan kita bisa mendapatkan kamera dengan jenis seperti ini dengan harga di bawah satu juta, kisaran 500 ribuan. Selain itu, ada kelebihan kamera jenis ini, yaitu hampir semua jenis kamera ini bisa merekam video, jadi kamera ini multifungsi.

BRIDGE CAMERA

Kamera jenis ini biasa disebut dengan superzoom camera. Sekilas bentuknya hampir sama, bahkan beberapa bridge kamera memiliki fitur yang sama dengan DSLR (Digital Single Lens Reflex). Namun lensa yang ia miliki adalah fixed lens. Ini berarti, bridge camera tidak memiliki fitur yang memungkinkan kita untuk mengganti lensa. Namun fitur zoom yang dimiliki oleh kamera jenis ini merupakan optical zoom bukan digital zoom.
Perbedaan optical dan digital zoom adalah kualitas yang dihasilkan. Optical zoom merupakan proses zooming yang dilakukan oleh lensa, bukan secara digital pada gambar. Jika kita memotret zoom lewat compact camera, maka hasilnya akan sangat buruk. Biasanya foto akan terlihat pecah dan turun kualitasnya.

Ini berbeda dengan ketika memotret dengan teknik zooming pada bridge camera, hasilnya akan jauh lebih baik karena tidak ada pixel yang ditarik seperti kita menggunakan compact camera. Meskipun bridge camera memiliki kualitas yang lebih bagus daripada compact camera, bridge camera memiliki sensor yang kecil. Jadi kualitasnya pun tidak terlalu bagus. Untuk harga kamera jenis ini lebih mahal daripada kamera poket, namun lebih murah dari kamera DSLR.

Bridge Camera canon
Gambar 2. Bridge Camera

Menu yang dimiliki kamera jenis ini bisa terbilang lengkap, karena beberapa menu digital SLR diadopsi ke dalam kamera ini. Kita bisa menggunakan mode manual, yang artinya kita bisa mengatur sendiri pencahayaannya. Bahkan beberapa bridge camera juga meiliki fitur yang memungkinkan kita untuk merekam video.

Jika anda sering melakukan pemotretan di outdoor dan menginginkan kamera dengan kualitas yang cukup bagus, harga murah, maka bridge camera bisa menjadi alternatif. Karena jika kita melakukan pemotretan di outdoor, bridge camera memiliki hasil yang tidak terlalu jauh dengan kamera DSLR yang leel bawah. Tetapi tetap saja, kamera ini tidak bisa dipakai untuk melakukan pekerjaan fotografi profesional.

Saat ini bridge camera merupakan barang yang sulit untuk dicari, karena kebanyakan produsen sudah tidak memproduksi barang seperti ini lagi. Percepatan teknologi membuat kamera jenis ini tergeser di pasaran. Pertama keluar, bridge camera membidik pasar kelas menengah. Namun sekarang, pasar kelas menengah telah beralih ke kamera jenis DSLR.


DSLR (DIGITAL SINGLE LENS REFLEX)

Jenis kamera DSLR ini sedang menjadi trend dikalangan masyarakat terutama kawula muda atau pecinta fotografi. Karena selain tersedia dengan berbagai range harga, kualitas yang dimiliki kamera jenis ini memang sangat bagus. Ini memungkinkan kita untuk memilih kamera mana yang pas dengan budget yang dimiliki, namun dengan kualitas yang cukup untuk melakukan pekerjaan profesional.

DSLR Camera
Gambar 3. Kamera DSLR

Kelebihan yang paling utama dari kamera jenis ini adalah sensornya yang lebih besar daripada compact dan bridge camera. Bahkan kamera DSLR dengan kualitas paling rendah sekalipun masih lebih baik daripada camera compact yang harganyan relatif mahal.
Secara fitur, kamera ini bisa dibilang lengkap. Ia memiliki semua fitur yang dimiliki oleh compact dan juga bridge camera. Walaupun banyak yang memakai kamera jenis ini, namun nampaknya banyak juga yang belum paham kenapa kamera ini disebut Digital SLR atau DSLR.

DSLR merupakan singkatan dari Digital Single Lens Reflex. Secara sederhana adalah proses kamera dalam menangkap gambar dan mengkonversinya menjadi sebuah data digital. Gambar yang ditangkap masuk melalui lensa lalu dikonversi menjadi data digital. Untuk lebih jelasnya, mari kita lihat gambar di bawah ini.

DSLR Scheme
Gambar 4. DSLR Scheme

Cahaya masuk melalui lensa yang diberi nomor 1, lalu ia diproyeksikan dan dipantulkan melalui kaca yang ada di nomor 2. Gambar itu bisa kita lihat di fiewvinder (8) dengan jelas, itu adalah proses sederhananya. Sebenarnya, selain DSLR ada juga Twins Lens Reflex, namun kamera ini kurang populer untuk saat ini meskipun hasilnya sangat bagus.

Selain itu, hal yang menyenangkan jika menggunakan kamera jenis SLR adalah kita bisa mengganti lensa sehingga bisa menghasilkan efek yang berbeda. Untuk keterangan bagaimana efek yang dimiliki oleh lensa, akan kita bahas pada kesempatan berikutnya. Sedangkan kelemahan kamera ini adalah bentuknya yang sangat mencolok. Ukurannya yang relatif besar daripada kamera jenis lainnya, maka ia sangat tidak cocok ketika digunakan untuk memotret candid. Selain itu, kita akan sulit untuk mendapatkan angle yang flexibel karena kamera ini cukup berat.

Harga untuk kamera DSLR memang relatif mahal. Untuk kamera DSLR yang standar saja kita harus merogoh kocek diatas 4 juta dengan lensa standar juga. Untuk kamera dengan kualitas terbaik, kita harus menabung hingga puluha juta rupiah. Namun jika Anda serius untuk menekuni dunia fotografi, lebih baik Anda membeli kamera jenis DSLR ini dan bisa juga membeli berbagai macam jenis lensanya agar kualitasnya maksimal.

MIRRORLESS CAMERA

Bisa dikatakan ini adalah masa depan dari kamera digital, karena meskipun belum terlalu populer di masyarakat, namun mirrorless adalah jawaban dari kualitas yang bagus, harga relatif murah, dan juga fitur yang simple. Banyak bentuk dari mirrorless camera seperti compact camera, karena mirrorless camera merupakan evolusi dari kamera compact, jadi hati-hati ketika membeli, jangan sampai Anda salah memilih.

Sederhananya, mirrorless merupaka camera compact yang memiliki sensor besar. Ia menjadi lebih sederhana karena tidak memiliki optical viewfinder. Ini artinya, jika kita ingin melihat objek, kita harus menggunakan digital viewfinder. Beberapa kamera mirrorless generasi pertama tidak menyediakan viewfinder di dalamnya, kita harus membelinya secara terpisah.

Namun generasi mirrorless baru menyediakan LCD viewfinder yang memungkinkan kita untuk melihat objek dan juga sebagai liveview dalam melakukan pemotretan. Liveview berfungsi sebagai patokan untuk pencahayaan dan juga angle. Jika foto yang akan diambil gelap, maka di liveview juga akan terlihat gelap. Ini akan memudahkan kita dalam mengatur cahaya. Selain itu, mirrorless camera juga mempunyai lensa yang dapat diganti. Bahkan jika kita mempunyai mounting, maka kita bisa menggunakan lensa DSLR di kamera tersebut. 

Mirrorless Camera
Gambar 5. Mirrorless Camera

Harga kamera jenis ini hampir sama dengan kamera DSLR, namun untuk level yang bagus (high end) kamera ini lebih murah. Dengan bentuk yang kecil seperti ini, kamera ini akan sangat memungkinkan jika kita ingin mengambil foto yang sifatnya candid. Selain itu, kamera ini mudah dibawa ke mana saja dan tidak terlalu mencolok ketika dikeluarkan.



Sumber : Fotografi Untuk Pemula & Orang Awam Secara Otodidak By Rangga Aditiawan


 
Baca Juga Apa Itu DSLR? Harga DSLR Canon Per Januari 2014 Harga DSLR Nikon Per Januari 2014 Harga Lensa DSLR Canon 2014 Apa Itu Fotografi? Istilah Dalam Fotografi Segitiga Exposure DSLR Canon 1100D (Rebel T3) DSLR Canon EOS 60D DSLR Canon EOS 600D DSLR Nikon D5200 DSLR Nikon D3200 DSLR Canon EOS 700D (Rebel T5i) DSLR CANON 1DX Canon EOS 5D Mark III Canon EOS 70D WiFi NIKON D3300 DSLR NIKON D5300 DSLR NIKON D3100 DSLR CANON EOS 100D Rebel SL1 DSLR NIKON D7000 DSLR Nikon D3200 DSLR Canon EOS 700D (Rebel T5i) DSLR CANON 1DX Canon EOS 5D Mark III Canon EOS 70D WiFi NIKON D3300 DSLR NIKON D5300 DSLR NIKON D3100 DSLR CANON 6D LENSA PRIME atau Fixed DSLR CANON 1200D LENSA TELE SHUTTER COUNT JENIS FLASH Fotografi Macro BULB LEVITASI Jump Shot PROSUMER VS DSLR MIRRORLESS DSLR CANON 1200D KODAK PELOPOR INDUSTRI FOTOGRAFI Fotografi Digital TOKOH FOTOGRAFI Genre Fotografi JENIS KAMERA

12/20/2014

Genre Dalam Dunia Fotografi


Semakin berkembangnya fotografi membuat fotografi terbagi-bagi menjadi beberapa genre. Perbedaan genre ini membentuk style dan dasar terssendiri. Meskipun ada banyak sekali genre fotografi, namun di sini kita akan mencoba membahas beberapa jenis fotografi yang sifatnya umum.
 

Foto Jurnalistik

Salah satu genre fotografi yang paling penting, sifatnya lebih mengedepankan informatif daripada entertainment, dimuat di media massa dan berisi visual yang faktual.

Foto jurnalistik pertama diambil pada saat Perang Crimean (Perang antara Rusia dan kekaisaran Otoman). Pada saat itu, seorang lithographer dan pelukis yang bernama Carol Szatmari mendokumentasikan kejadian tersebut. Akhirnya ada beberapa media Inggris yang tertarik untuk mem-publish foto jurnalistik pertama dilakukan . foto jurnalistik tidak harus menceritakan tentang perang, jika Anda memotret konser musik dan memberitakannya di media massa, itu adalah foto jurnalistik. Bahkan jika Anda hanya memotret seekor kucing di halaman dan membuat berita tentangnya kemudian dimuat di media massa, itu juga sudah termasuk foto jurnalistik.

Foto Jurnalistik Perang Crimean
Gambar 1. Foto Jurnalistik Perang Crimean

Gamapangannya, sebuah foto yang sifatnya fakta, mengandung peristiwa dan juga dimuat di media massa atau elektronik. Selain itu, setiap foto jurnalistik menggunakan caption untuk memperjelas apa yang sebenarnya terjadi di dalam foto yang di ambil tersebut. Hal ini juga dibuat agar para pembaca tidak bingung dengan apa yang sebenarnya fotografer tersebut ingin samapaikan (tersirat).

Berbeeda dengan beberapa genre foto lainnya, tidak ada rekayasa di dalam foto jurnalistik. Memang fotografer merekonstruksi kembali realitas yang terjadi, namun ia tidak melakukan secara berlebihan hanya sekedarnya saja. Foto jurnalistik sifatnya tidak mengada-ada, karena untuk informasi pada masyarakat umum, kita tidak bisa memberikan sesuatu yang sifatnya mengandung unsur kebohongan.

Foto Fashion

Fashion Photography merupakan genre fotografi yang dibuat untuk memasarkan suatu produk fashion. Merupakan sebuah iklan namun dengan pendekatan fotografi. Biasanya memakai model yang representatif sebagai personal branding dari produk fashion tersebut.

Fashion Fotography sudah berusia lama, bahkan berdekatan dengan munculnya fotografi itu sendiri. Pada awal abad ke-19, majalah Vogue yang kini menjadi sebuah majalah fashion yang menjadi cikal bakal karakter foto fashion kontemporer.

Edward Steichen adalah orang yang di tantang untuk membuat sebuah karya foto dengan pendekatan fine art untuk mempromosikan sebuah brand fashion. Maksudnya adalah untuk mewujudkan bahwa fashion juga merupakan salah satu bagian dari seni rupa. Hal inilah yang menjadi alasan kenapa fashion photography sangat kental dengan pendekatan seni rupa yang cukup tinggi.

Foto Edward Steichen
Gambar 2. Foto Edward Steichen
 
Saat ini fashion photography berkembang sangat pesat, hal ini dikarenakan fashion itu sendiri sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat modern. Selain itu, banyak majalah fashion yang bermunculan dan juga industrinya perkembangannya semakin pesat. Ini membuat kebutuhan akan fashion photography meningkat.

Foto Fashion
Gambar 3. Foto Fashion

Fashion photography saat iniidentik dengan teknik yang tinggi dan juga peralatan yang cukup mumpuni. Para fotografer fashion sekarang tidak hanya tergantung pada popularitas model yang dipilih untuk mempresentasikan produk. Konstribusi make up artis dalam foto fashion juga sangat besar. Bisa dikatakan ia adalah bagian penting selain designer dan fotografer. Karena untuk proses eksekusi foto fashion, biasanya seorang make up artis diwajibkan untuk membuat make up yang membuat foto menjadi lebih menarik untuk di pandang.

Portrait Photography

Portrait photography adalah cikal bakal dari foto studio yang biasa kita lakukan ketika ingin membuat sebuah pass foto (misalnya ukuran 2x3, 3x4,4x6 dll). Potrait photography adalah jenis fotografi yang mengedepankan emosi, karakter dan juga mood dari subjek yang akan kita foto. Biasanya ia menonjolkan ekspresi dari muka subjek, meskipun background dan bagian tubuh juga masuk ke dalam frame.

Portrait Fotografi
Gambar 4. Portrait Fotografi

Kunci dari genre ini adalah bagaimana kita bisa mempresentasikan objek yang kita potret ke dalam sebuah frame. Bagaimana kita menggali karakter objek tersebut adalah bagian yang penting sebelum melakukan eksekusi. Karena jika kita hanya memotret, apa bedanya dengan foto kita dengan pass foto yang hanya memotret asal terang/ cerah?

Objek dalam portrait photography sendiri tidak hanya manusia, ia bisa saja hewan. Ada beberapa fotografer yang memang spesialis dalam memotret hewan peliharaan. Mungkin di Indonesia itu merupakan hal yang sangat aneh, namun di beberapa negara seperti Amerika Serikat, potret dari binatang peliharaan adalah gaya hidup.

Selain itu, popularitas sang objek adalah poin plus. Tidak berarti ketika memotret orang yang terkenal maka hasilnya akan langsung terlihat bagus. Karena kita tetap perlu melakukan eksplorasi pada gaya dan juga cahaya yang akan dikeluarkan nantinya.

Dalam genre potrait photography, teknik pencahayaan merupakan hal yang sangat penting, karena mood dan juga karakter objek dibangun dari sini. Para fotografer portrait biasanya menggunakan lebih dari sumber cahaya. Ini di maksudkan untuk mendapatkan foto yang lebih berdimensi.

Foto potrait tidak hanya dilakukan di studio, tetapi bisa juga dilakukan di luar dengan bantuan sinar matahari. Dikombinasikan dengan cahaya artificial yang lain, sinar matahari bisa memberikan efek menarik dan juga sebagai pengganti main light (cahaya utama).

Wedding Fotografi

Genre ini tergolong genre baru dalam dunia fotografi karena sempat menjadi perdebatan pada wacana fotografi kontemporer. Ada yang bilang, wdding fotografi adalah perpaduan dari fine art photography, journalistic dan juga fashion. Namun ada juga beberapa orang yang mengatakn kalau wedding fotografi bukan sebuah genre, ia hanya sebuah brand.

Dari kontroversi tersebut ada beberapa hal yang mungkin menarik untuk dilihat. Salah satunya adalah bagaimana wedding fotografi bisa berkembang pesat pada zaman sekarang ini, terutama di Indonesia. Sejak dimulai awal tahun 2000-an, wedding fotografi menjadi trend pada 7 tahun ke belakang. Para pengantin menjadikan wedding fotografi ke dalam list barang yang harus ada pada saat pernikahan.

Secara karakteristik tidak ada yang spesial dalam wedding fotografi, ia hanya mendokumentasikan momen pernikahan seseorang. Hal yang paling menarik bukan muncul dari karakteristiknya, namun dari fotografer itu sendiri. Bagaimana pendekatan visual dari fotografer tersebut dalam menangkap momen-momen pasangan yang menikah, itulah yang mnarik dalam wedding fotografi.

Seorang fotografer yang memiliki pendekatan fashion akan menampilkan fotografi wedding secara fashion. Sedangkan yang berlatar belakang jurnalisme, mungkin akan menampulkan visual yang lebih kuat pada momen dan juga peristiwa. Pendekatan visual yang berbeda ini akan menghasilkan gambar yang berbeda nanti pada hasil akhirnya.

Wedding Fotografi
Gambar 5. Wedding Fotografi

Dari segi bisnis, wedding fotografi memang cukup menjanjikan di Indonesia. Karena menikah merupakan suatu kewajiban yang harus dilalui oleh mayoritas masyarakat Indonesia, hal ini merupakan bisnis yang mungkin akan bertahan lama. Namun yang perlu di perhatikan oleh fotografernya adalah bagaimana ia menjaga konsistensi dan juga melakukan pembaharuan pada produknya.

Wedding fotografi secara mendasar dibagi menjadi 2 tahap, yaitu pra-wedding dan wedding. Pra wedding lebih kepada pose calon pengantin yang bentuknya konseptual. Biasanya hasil fotonya akan dipajang pada hari pernikahan nanti atau mungkin untuk cover undangannya. Pendekatan visual yang digunakan berbeda-beda, namun kebanyakan seperti foto fashion dan juga model. Selanjutnya adalah wedding documentation. Foto ini lebih kepada dokumentasi acara resepsi pernikahan yang berlangsung. Seperti sebuah foto esai jurnalistik yang menceritakan pernikahan.

Foto Produk

Secara sederhana, foto produk adalah sebuah foto yang fungsinya untuk mengiklankan sebuah produk tertentu. Oleh karena itu sang fotografer harus paham ilmu komunikasi dan juga pemasaran ketika ingin memvisualisasikan produk tersebut lewat media fotografi.

Jenis foto produk bisa sangat banyak. Seperti makanan, gadget/ elektronik , kendaraan dan juga fashion. Sebenarnya foto fashion merupakan salah satu sub genre dari produk, karena sifatnya adalah memasarkan sebuah produk. Namun ia bisa juga berdii sendiri karena sangat kental dengan fine art photography.

Fotografi Produk
Gambar 6. Fotografi Produk

Karena sifatnya iklan, fotografer diharuskan mengerti kelebihan dan kekurangan dari produk tersebuut. Terutama brand image yang diinginkan oleh produk tersebut. Jika produk tersebut sifatnya maskulin, sang fotografer harus bisa memvisualkan “kemaskulinan” yang ada dalam produk tersebut. Jika produk tersebut citranya “lembut”, maka sang fotografer juga harus paham bagaimana membuat foto tersebut menjadi sesuatu yang ramah dan mudah diterima.

Untuk membuat foto produk, kita harus memiliki team. Karena harus ada yang paham bagaimana membentuk konsep kreatif, ada yang harus paham bagaimana karakter produk hingga editing. Hal ini akan lebih baik jika dilakukan secara team daripada individu.



sumber : Fotografi untuk pemula & orang awam secara otodidak by Rangga Aditiawan

Baca Juga Apa Itu DSLR? Harga DSLR Canon Per Januari 2014 Harga DSLR Nikon Per Januari 2014 Harga Lensa DSLR Canon 2014 Apa Itu Fotografi? Istilah Dalam Fotografi Segitiga Exposure DSLR Canon 1100D (Rebel T3) DSLR Canon EOS 60D DSLR Canon EOS 600D DSLR Nikon D5200 DSLR Nikon D3200 DSLR Canon EOS 700D (Rebel T5i) DSLR CANON 1DX Canon EOS 5D Mark III Canon EOS 70D WiFi NIKON D3300 DSLR NIKON D5300 DSLR NIKON D3100 DSLR CANON EOS 100D Rebel SL1 DSLR NIKON D7000 DSLR Nikon D3200 DSLR Canon EOS 700D (Rebel T5i) DSLR CANON 1DX Canon EOS 5D Mark III Canon EOS 70D WiFi NIKON D3300 DSLR NIKON D5300 DSLR NIKON D3100 DSLR CANON 6D LENSA PRIME atau Fixed DSLR CANON 1200D LENSA TELE SHUTTER COUNT JENIS FLASH Fotografi Macro BULB LEVITASI Jump Shot PROSUMER VS DSLR MIRRORLESS DSLR CANON 1200D KODAK PELOPOR INDUSTRI FOTOGRAFI Fotografi Digital TOKOH FOTOGRAFI Genre Fotografi

11/23/2014

Tokoh – tokoh Dalam Bidang Fotografi di Dunia



Fotografi telah mengalami perkembangan sang sangat pesat hingga sekarang ini, di era yang modern dan serba digital. Perkembangan fotografi tersebut tentunya tidak lepas dari warisan kebudayaan yang dilakukan para fotografer pada era sebelumnya. Hal-hal yang mereka lakukan tidak hanya memotret, namun mereka menuangkan ide, filosofi dan perspektif tentang kehidupannya lewat kamera. Beberapa tokoh fotografer tersebut diantaranya adalah sebagai berikut :

Alfred Stieglitz

 
Alfred Stieglitz
Gambar 1.  Alfred Stieglitz


Saat ini banyak sekali bermunculan “Photo Based Artist” di dunia seni rupa kontemporer. Para fotografer ini menempatkan fotografi sebagai sebuah seni, jauh dari gaya industri yang cenderung mainstream, para Photo Based Artist ini terus mencoba untuk melakukan eksplorasi pada fotografi, hingga sampai saat ini sudah hampir bisa disandingkan dengan lukisan dan seni murni lainnya.

Banyak yang bilang bahwa Alferd Stieglitz adalah orang yang paling berjasa terhadap perkembangan Art Photography. Karya-karya Alferd cenderung berbeda dengan industri pada saat itu dan memiliki perspektif yang kurang lazim. Dia banyak memotret still life dan juga portrait melalui pendekatan yang tidak biasa. Dia juga menjadi orang pertama yang membawa fotografi sebagai sebuah seni. Alferd selalu menanamkan bahwa para fotografer adalah seorang artis. Jadi, eksplorasi dan karya fotografi sudah selayaknya mengikuti kaidah dan juga isu seni yang berkembang. Filosofi Alferd yang paling menarik adalah bagaimana ia memandang sebuah foto.

Bagi Alferd sebuah foto tidak hanya masalah subjek dari foto itu saja, tetapi ada aspek lain di dalamnya. Aspek tersebut adalah cara fotografer untuk memvisualkan dan memberi perspektif tersendiri pada subjek tersebut. Bagi Alferd, fotografi itu lebih dari hanya sekedar masalah merekam objek, ia adalah sebuah paradigma dalam melihat suatu objek.

Felix Nadar

 
Felix Nadar
Gambar 2. Felix Nadar


Felix Nadar adalah orang pertama yang melakukan “Aerial Photography”, ia memotret pemandangan melalui sebuah balon udara pada tahun 1858. Memotret melalui udara ia lakukan secara terus-menerus. Pada tahun 1863, ia membuat sebuah balon udara raksasa yang rencananya akan dipakai untuk melakukan pemotretan di Paris, Prancis dan tinggal di atasnya selama 3 hari lebih. Namun sayangnya rencana Felix tersebut gagal.

Meskipun Felix didaulat sebagai orang pertama di dunia yang melakukan aerial photography, namun ia lebih populerkarena penemuannya yang sampai saat ini sangat berpengaruh dalam dunia portrait, fashion dan juga foto studio. Ia orang pertama yang menggunakan cahaya buatan dalam melakukan pemotretan.

Karya-karya Felix Nadar banyak merupakan foto portrait di studio dan juga group. Pada saat itu, masih jarang sekali fotografer yang melakukan hal ini. Inilah merupakan cikal bakal foto studio yang hingga saat ini masih sangat populer. Felix juga banyak memotret orang-orang terkenal seperti Sarah Bernhardt dan juga Raja Persia yang terkenal pada saat itu, Nasser Al-Din Shah Qajar.

Henri Cartier Bresson

 

Henri Cartier Bresson
Gambar 3. Henri Cartier Bresson


Henri adalah Bapak dari fotografer jurnalistik. Sumbangsihnya yang paling terkenal adalah tentang bagaimana ia menemukan sebuah style “photo journalism” yang baru. Style ini disebut dengan street photography. Mengawali karirnya sebagai pelukis, akhrnya Henri mengubah haluannya ke ranah fotografi. Alasan ia berubah haluan adalah fotografi bisa merubah sebuah keabadian dalam sekejap.

Karakter foto hasil jepretan Henri sangat berbeda dengan foto jurnalis yang lain. Ketika foto jurnalis yang lain pada saat itu mempunyai karakter foto yang lebih lugas dan kaku, seperti straight news, Henri memiliki karakter foto yang cenderung lebih naratif dan juga lebih artistik.

Style-nya dalam memotret menginspirasi banyak orang. Pada tahun 2000-an, style Henri menjadi genre sendiri dalam fotografi yang disebut sebagai street photography, street photography berkembang dengan sangat pesat. Hal ini dapat dibuktikan dengan bermunculannya blog atau website fotografi yang menampilkan style fotografi seperti itu.



Baca Juga Apa Itu DSLR? Harga DSLR Canon Per Januari 2014 Harga DSLR Nikon Per Januari 2014 Harga Lensa DSLR Canon 2014 Apa Itu Fotografi? Istilah Dalam Fotografi Segitiga Exposure DSLR Canon 1100D (Rebel T3) DSLR Canon EOS 60D DSLR Canon EOS 600D DSLR Nikon D5200 DSLR Nikon D3200 DSLR Canon EOS 700D (Rebel T5i) DSLR CANON 1DX Canon EOS 5D Mark III Canon EOS 70D WiFi NIKON D3300 DSLR NIKON D5300 DSLR NIKON D3100 DSLR CANON EOS 100D Rebel SL1 DSLR NIKON D7000 DSLR Nikon D3200 DSLR Canon EOS 700D (Rebel T5i) DSLR CANON 1DX Canon EOS 5D Mark III Canon EOS 70D WiFi NIKON D3300 DSLR NIKON D5300 DSLR NIKON D3100 DSLR CANON 6D LENSA PRIME atau Fixed DSLR CANON 1200D LENSA TELE SHUTTER COUNT JENIS FLASH Fotografi Macro BULB LEVITASI Jump Shot PROSUMER VS DSLR MIRRORLESS DSLR CANON 1200D KODAK PELOPOR INDUSTRI FOTOGRAFI Fotografi Digital TOKOH FOTOGRAFI

10/29/2014

Bermain Upload di Fotografi Digital


Aktivitas digital sebenarnya pertama kali dilakukan pada tahun 1960-an. Uniknya, hal ini bukan dilakukan oleh seorang fotografer ataupun suatu lembaga fotografi yang profesional. Adalah NASA, suatu lembaga astronot untuk menjelajah antariksa asal Amerika Serikat yang pertama kali melakukannya. Pada saat itu, Astronot tersebut merekam gambar dari bulan, melakukan scanning dan mengirimkannya ke bumi menjadi sebuah file digital. Itulah aktivitas fotografi digital pertama di dunia yang tercatat dalam sejarah.

NASA melakukan sebuah terobosan bagi ilmu fotografi. Pada tahun 1981, Sony merilis kamera yang diberi nama “Mavica”.


Kamera Mavica
Gambar 1. Kamera Mavica

Meskipun disebut sebagai kamera digital pertama, namun sebenarnya cara kerja kamera ini tidak digital. Sony menyerakan scanner di dalamnya yang befungsi untuk mentransformasi data analog ke dalam flash drive yang ada di dalamnya.

Sekitar 7 tahun kemudian, barulah kamera digital yang benar-benar digital keluar. Fuji DS1P yang benar-benar merekam secara digital ke dalam memory card sebesar 16 MB.

Kamera Fuji DS1P
Gambar 2. Kamera Fuji DS1P

Sayangnya, kamera ini tidak dirilis di Amerika Serikat dan peminatnya di Jepang sendiripun masih sangat kurang.

Kamera Digital yang paling berpengaruh terhadap industri fotografi adalah Nikon F-3 kamera. Kamera ini dirilis pada awal 90-an dan langsung menjadi favorit terutama bagi para jurnalis.

Keberadaan kamera Digital memang merubah wajah jurnalisme pada awal 90-an. Karena dengan adanya kamera ini, proses pembuatan berita menjadi lebih cepat dan efisien. Bahkan bagi para kontributor yang berada jauh dari kantor beritanya, bisa mengirimkan file berita tersebut dengan cepat. Para produsen melihat hal ini sebagai peluang usaha yang besar. Mereka membuat The Digital News Camera (NC2000) pada tahun 1994, yang diperuntukkan bagi para fotografer/ jurnalis di dunia. Pada saat itu harganya relatif mahal, kisaran $15.000 atau Rp 150juta. Dengan harga yang relatif mahal tersebut, kamera ini menjadi incaran banyak orang, sehingga kamea ini laris manis di pasaran.

Pada tahun 1996, 85% dari koran yang beredar di Amerika menganggap bahwa computer skill merupakan hal utama selain jurnalis skill yang diperlukan seorang jurnalis. Hal ini seakan-akan menguatkan bahwa era Digital Fotografi telah dimulai.

Pada awal tahun 2000-an, virus kamera digital ini menyebar dengan cepat dan meluas di kalangan masyarakat di dunia. Para produsen kamera seperti Canon, Olympus, Kodak, Sony, dan lain-lain, berlomba-lomba untuk mengeluarkan kamera digital produknya. Bahkan pada handphone saja sudah memasukkan fitur kamera di dalamnya. Ini merubah wajah fotografi menjadi sebuah kebutuhan primer dalam kehidupan manusia sehari-hari.

Kian bertambah tahun, harga kamera digital yang memiliki kualitas bagus semakin turun dan cenderung murah. Bisa dibilang, harganya bisa menyentuh semua kalangan/ golongan masyarakat. Hal ini dibarengi dengan pengetahuan mengenai dunia fotografi yang dengan mudah bisa di dapat melalui internet.


Sumber : Fotografi untuk pemula dan orang awam secara otodidak By Rangga A





9/20/2014

Kodak Menjadi Pelopor Industri Fotografi Pertama di Dunia


Salah satu perusahaan di Dunia ini yang bertanggung jawab membawa fotografi ke ranah industri adalah “KODAK”. Mungkin Anda mengenal kodak melalui produk klis atau film untuk isi pada kamera jaman dulu. Pada tahun 1888, Kodak memproduksi sebuah kamera yang dinamakan “Eastman Kodak Camera”. Kamera ini diberi jagon/ slogan “You Press The Button, We do The Rest”.

Eastman Kodak Camera
Gambar 1. Eastman Kodak Camera

Pada zaman pertama kali kamera ini muncul, harganya sangat mahal dan merupakan salah satu barang eksklusif yang belum bisa dimiliki oleh banyak orang, hanya kalangan tertentu saja. Pada tahun 1901, barulah Kodak memproduksi “Kodak Brownie” yang ditujukan untuk masyarakat kalangan menengah. Kamera ini hanya bisa mengambil gambar dengan warna hitam putih. Namun kamera ini menjadi sangat populer di banyak kalangan karena kemudahannya ketika digunakan untuk memotret.

Kodak Brownie
Gambar 2. Kodak Brownie
 
Setelah Kodak Brownie ini muncul, dunia fotografi seakan menemukan momentum untuk menjadi besar. Banyak produk baru yang kemudian dikeluarkan oleh Kodak setelah Kodak jenis sebelumnya di produksi. Pada tahun 1913, kamera 35mm yang pertama keluar ke pasaran. Lalu pada tahun 1927 menyusul flash bulb yang dikeluarkan ke pasaran.

Penemuan yang berlangsung terus menerus membuat para produsen kamera dan aksesoris pelengkapnya berlomba-lomba untuk mengembangkan inovasi yang dapat diterima oleh pasar, dan yang paling maju dan booming saat itu adalah Kodak. Pada tahun 1941 Kodak mengeluarkan Kodak Color Negative Films. Sebah penemuan yang mengubah wajah Fotografi hingga 20 tahun ke depan.



Sumber : Fotografi untuk pemula & orang awam by Rangga A




Baca Juga Apa Itu DSLR? Harga DSLR Canon Per Januari 2014 Harga DSLR Nikon Per Januari 2014 Harga Lensa DSLR Canon 2014 Apa Itu Fotografi? Istilah Dalam Fotografi Segitiga Exposure DSLR Canon 1100D (Rebel T3) DSLR Canon EOS 60D DSLR Canon EOS 600D DSLR Nikon D5200 DSLR Nikon D3200 DSLR Canon EOS 700D (Rebel T5i) DSLR CANON 1DX Canon EOS 5D Mark III Canon EOS 70D WiFi NIKON D3300 DSLR NIKON D5300 DSLR NIKON D3100 DSLR CANON EOS 100D Rebel SL1 DSLR NIKON D7000 DSLR Nikon D3200 DSLR Canon EOS 700D (Rebel T5i) DSLR CANON 1DX Canon EOS 5D Mark III Canon EOS 70D WiFi NIKON D3300 DSLR NIKON D5300 DSLR NIKON D3100 DSLR CANON 6D LENSA PRIME atau Fixed DSLR CANON 1200D LENSA TELE SHUTTER COUNT JENIS FLASH Fotografi Macro BULB LEVITASI Jump Shot PROSUMER VS DSLR MIRRORLESS DSLR CANON 1200D KODAK PELOPOR INDUSTRI FOTOGRAFI

9/14/2014

Sejarah Fotografi Berawal Dari Teknik Camera Obscura


Sejarah Fotografi dan Perkembangannya


Sejarah mengenai fotografi masih menjadi perdebatan banyak pihak hingga saat ini. Ada yang mengatakan sebelum Joseph Niepce menemukan teknik camera obscura pada tahun 1814, orang – orang Cina terlebih dahulu menemukan fungsi dasar optik dan kamera pada abad 5 sebelum masehi. Namun ada sebuah manuskrip yang ditulis oleh Hassan bin Hasan (bangsa Arab) yang isinya menjelaskan tentang teknik Obscura inipada abad ke 10. Dari beberapa manuskrip yang ada ternyata memiliki kesamaan, manuskrip tersebut menyatakan bahwa Fotografi berawal dari teknik yang dinamakan Camera Obscura.

Apa itu Camera Obscura?

Camera Obscura adalah sebuah teknik merekam suatu objek dan memproyeksikannya ke media lain. Pada saat teknik ini ditemukan, printing belum ada, jadi para artis hanya bisa merekam gambar tersebut dengan menggambar kembali objek yang direkam.

Pada dasarnya bentuk camera obscura adalah sebuah ruangan gelap yang berbentuk box tanpa pencahayaan. Pada box tersebut kemudian dibuat sebuah lubang kecil agar cahaya yang ada di luar dapat masuk ke dalam ruangan dalam box tersebut. Bentuk lubang kecil tersebut disesuaikan diameternya agar cahaya yang masuk dapat mereflesikan gambar dengan baik di dalam ruang box tersebut.

Bagaimana Sistem Kerjanya?

Sama seperti logika kamera analog dalam merekam gambar, gambar yang terproyeksikan ke dalam ruang box tersebut hasilnya terbalik dengan aslinya, sseperti halnya Anda belajar proyeksi saat duduk di bangkus sekolah untuk pelajaran fisika. Kamera digital yang ada pada saat ini, cara kerjanya semuanya sama dengan cara kerja camera obscura.

Ilustrasi Camera Obscura
Ilustrasi Camera Obscura


Setelah Joseph Niepce mendapatkan penemuan yang cukup mengejutkan ini, akhirnya beliau menjadi orang pertama yang diklaim sebagai orang yang pertama kali menciptakan fotografi di Dunia. Pada saat itu beliau merekam gambar pemandangan dari jendela kamar pribadinya yang terletak di Le Gras.

Niepce
Niepce

Niepce menjadi orang pertama di Dunia yang berhasil merekam sebuah gambar dan memindahkannya ke media lain. Niepce mempunyai ide untuk menggunakan Petroleum Derivative yang bernama “Bitumen of Judea”. Bitumen mempunyai karakter yang akan mengeras jika terkena cahaya. Jadi Niepce menempelkan bitumen ini di atas plat besi dan membiarkannya mengeras.
Setelah bitumen mengeras, maka Niepce menggunakan tinta untuk menghasilkan gambar yang permanen. Namun, ide ini masih dianggap mentah dan sulit untuk dilakukan pada saat itu,karena selain material yang mahal, prosesnyapun sulit.

Foto pertama oleh Niepce
Foto pertama oleh Niepce

Inovasi untuk menciptakan Fotografi tidak berhenti samapi disitu, pada tahun 1839, Sir Joh Harschel muncul dengan ide barunya untuk merekam gambar melalui negatif sebagai solusi dari susahnya memproduksi metal. Pada tahun yang sama, Harschel juga mematenkan kata Fotografi yang ia ambil dari terminologi Yunani, yaitu “Fos” yang berarti cahaya dan “Grafos” yang artinya untuk menulis atau menggambar. Meskipun Herschel menemukan cara yang lebih mudah, tetapi perjalanan fotografi masih panjang untuk menjadi lebih dikenal di masyarakat luas di seluruh belahan Dunia.

Pada tahun 1843, barulah fotografi masuk ke ranah komersial, sebuah iklan diambil melalui teknik fotografi di Philladelphia Amerika. Dan pada tahun 1859, sebuah kamera panoramik dihasilkan oleh Sutton. Di sini fotografi mulai mengalami perkembangan yang pesat. Barulah pada tahun 1865 fotografi diakui sebgai karya seni dan bisa dipatenkan juga dilindungi oleh Undang – undang.

Sumber : Fotografi untuk pemula & orang awam by Angga R



Baca Juga Apa Itu DSLR? Harga DSLR Canon Per Januari 2014 Harga DSLR Nikon Per Januari 2014 Harga Lensa DSLR Canon 2014 Apa Itu Fotografi? Istilah Dalam Fotografi Segitiga Exposure DSLR Canon 1100D (Rebel T3) DSLR Canon EOS 60D DSLR Canon EOS 600D DSLR Nikon D5200 DSLR Nikon D3200 DSLR Canon EOS 700D (Rebel T5i) DSLR CANON 1DX Canon EOS 5D Mark III Canon EOS 70D WiFi NIKON D3300 DSLR NIKON D5300 DSLR NIKON D3100 DSLR CANON EOS 100D Rebel SL1 DSLR NIKON D7000 DSLR Nikon D3200 DSLR Canon EOS 700D (Rebel T5i) DSLR CANON 1DX Canon EOS 5D Mark III Canon EOS 70D WiFi NIKON D3300 DSLR NIKON D5300 DSLR NIKON D3100 DSLR CANON 6D LENSA PRIME atau Fixed DSLR CANON 1200D LENSA TELE SHUTTER COUNT JENIS FLASH Fotografi Macro BULB LEVITASI Jump Shot PROSUMER VS DSLR MIRRORLESS DSLR CANON 1200D